Seminar Sehari Bersama Munif Chatib

Standard


Mengawali rangkaian kegiatan rapat kerja tengah tahunan, pada semester genap tahun pelajaran 2011-2012 ini, Yayasan Ummu’l Quro Depok menyelenggarakan seminar sehari bersama pakar Multiple Intelligence dan pemerhati pendidikan bapak Munif Chatib. Penulis buku “Sekolahnya Manusia dan Gurunya Manusia” tersebut datang langsung dari Surabaya untuk mengisi seminar ini di Ummu’l Quro.

Semangat untuk menjadi lebih baik membuat seluruh guru sangat mengapresiasi seminar ini. Alhamdulillah setelah beberapa kali kami mengikuti seminar beliau, akhirnya Ummu’l Quro dapat menghadirkan langsung di sekolah.

Bertempat di ruang kelas 1 paralel gedung SDIT Ummu’l Quro Depok, pada hari Selasa tanggal 3 Januari 2012 seminar diselenggarakan. Mengambil tema Ayo… kita bina generasi qur’ani sesuai dengan slogan sekolah kita. Seluruh peserta berasal dari unit TKIT, SDIT, dan SMPIT serta dihadiri oleh Dewan Pembina dan Pengurus Yayasan, Manajemen Yayasan, Koordinator Pendidikan dan tak lupa mengundang seluruh pengurus Komite Sekolah.

Pak Munif Chatib mengisi 3 sessi yang semuanya menarik untuk disimak. Di awali dengan materi tentang kondisi riil pendidikan di Indonesia, yang masih perlu peningkatan di berbagai sisi. SDM guru yang masih perlu diperbaiki dari segi mental dan kualitas pengajarannya. Hal ini juga yang membuat beliau bersemangat untuk keliling Indonesia. Beliau memberikan pencerahan kepada para guru, bahwa di tangan merekalah, masa depan Indonesia ditentukan. Ditampilkan juga informasi bahwa rakyat Indonesia diibaratkan seperti anak ayam yang mati di lumbung padi. Dengan potensi sumberdaya alam yang dimiliki, tetapi masih sangat banyak rakyat kita yang menderita kelaparan dan kemiskinan. Belum lagi masalah-masalah sosial lain seperti kriminalitas dan pengangguran intelektual yang tinggi.

Sessi kedua, kami diberikan pertanyaan mendasar yaitu Untuk apa kita ada sebagai guru?. Pertanyaan yang sulit untuk dijawab jika kita masih menjadikan materi sebagai alasannya, seperti karena tidak ada pekerjaan lain, atau karena gaji yang diterima setiap bulannya. Alasan yang beliau paparkan membuat kami sadar bahwa keberadaan para guru adalah untuk mengakomodasi semua kecerdasan yang dimiliki anak didik kita. Mereka yang memiliki kesulitan dalam belajar merupakan tantangan untuk para guru untuk terus belajar. Bukan justru membuat putus asa bahkan melabelkan negatif pada anak.

Sessi ketiga, beliau memberikan 5 bingkisan istimewa kepada kami untuk dibagikan kepada anak didik kami. bingkisan yang pertama adalah bintang, maksudnya menjadikan setiap anak adalah juara. bagaimanapun keadaan mereka, Allah Swt telah menciptakan mereka sebagai masterpiece, tidak ada satupun dari mereka adalah produk gagal. Jadi perlakukan mereka sebagai juara.

Bingkisan kedua adalah samudera. Kemampuan anak-anak kita, diibaratkan seperti samudera dalamnya. masih banyak hal yang belum kita gali dari mereka. Bingkisan ketiga adalah penyelam. Selamilah kelebihan mereka. Bingkisan keempat adalah harta karun. Mereka adalah anak yang cerdas. Ada 8 kecerdasan yang bisa kita gali. jadi, para guru jangan hanya melihat sisi kognitif saja dalam menilai anak didik, banyak aspek yang dapat diunggulkan dari mereka. Terakhir, bingkisan kelima adalah bakat. Dengan bakat yang mereka miliki disertai dengan stimulus dari lingkungan rumah, sekolah dan masyarakat, insyaAllah anak-anak kita akan menjadi seorang pribadi yang unggul.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s